Category Archives: Indonesia-ku

Bandung History

BANDUNG
A. Sobana Hardjasaputra

Mengenai asal-usul nama “Bandung”, dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata ‘Bandung” dalam bahasa Sunda, identik dengan kata “banding” dalam bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabandeng (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata “Bandung” berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

 

Continue reading


Film2 Holywood versi Minang..

Iseng nggak ada kerjaan ya upload film-film Holywood versi minang dech :p
1. Enemy at the Gates — Lah tibo lawan di pintu…

2 Batman Forever — Kalalauang

3 Remember the Titans — Lai Takana jo si Titan

4 The Italian Job — Karajo maliang

5 a Die Hard — Payah matinyo

5 b Die Hard II — Alun Juo Mati Lai…?

5c Die Hard III With A Vengeance — Ondeh Mandeh.. ndak juo mati

6 Bad Boys — Anak Kalera

7 Sleepless in Seattle — Mangantuak..

8 Lost in Space — Ilang di awang awang

9 Brokeback Mountain — Gunuang patah tulang

10 Cheaper by Dozens — Bali salusin tambah murah..

11 You’ve got Mail — Ado surek tuh ha…

12 Paycheck — Pitih Gaji

13 Independence Day — Hari Rayo

14 The Day After Tomorrow — Saisuak

15 Die Another Day — Ndak kini matinyo..?

16 There is Something About Marry — Manga si Merry yo..?

17 Silence of the Lamb — Kambiang pangambok

18 All The Pretty Horses — Kudonyo rancak-rancak

19 Planet of the Apes — Planet Siamang

20 Gone in Sixty Seconds — Barangkek lah waang Lai

21 Original Sin — Sabana-bana doso…

22 Mummy Returns — Lah Baliak si One tadi..?

23 Crash — Balago kambiang

24 Copycat — Kopi Kuciang

25 Seabiscuit — Makan Biskuit di Lauik

26 Freddy vs Jason — Bacakak

27 Just in Heaven — Lah di Surgo

28 Air Bud — aia si Budi

29 How To Lose A Guy in 10 Days — Baa caronyo manyipak urang..

30 Lord Of The Ring — Juragan batu cincin

31 Deep Impact — Taraso dalamnyo

32 Million Dollar Baby — Anak Rangkayo

33 Blackhawk Down — Buruang itam si Don

34 Saving Private Ryan — Mahagia les ka si Ryan

35 Dumb and Dumber — Pakak jo sabana Pandia..


Bukittinggi: Kampuang Nan Jauh diMato

Jalan2 Di Bukittinggi…

 

Bukittinggi terletak di luak Agam, satu dari 3 luak di Minangkabau (kini Provinsi Sumatra Barat). Banyak orang berkata Allah meletakkan segala keindahan dalam jarak yang sangat berhampiran di kota ini. Tak heran jika Bukittinggi menjadi destinasi favorit turis pejalan kaki, karena berbagai-bagai keelokan dan atraksi berada dalam lingkungan yang sangat dekat. Mulai dari udaranya yang sejuk, alam yang sangat memukau, budayanya yang menawan hingga penduduknya yang ramah, dan yang pasti makanan serta fasilitas pelancongannya sangat bagus.

Mari…saya ajak anda semua menyusuri Bukittinggi…dengan berjalan kaki:

Kita mulai dari JAM GADANG di tengah kota. Jam berbentuk atap rumah gadang yang lentik seperti tanduk kerbau ini merupakan landmark Bukittinggi sehingga dari segala penjuru kota ia akan terlihat. Dari sini kita berjalan ke PASAR ATAS (Pasa Ateh). Nah…anda boleh sekadar melihat-lihat bagaimana ‘happening’-nya suasana pasar khas Minangkabau. Kaum bundo kanduang (uni-uni) berjual-beli dengan loghat khas Minang yang memukau. Warna-warni baju dan dagangannya juga merupakan atraksi tersendiri. Bordir, sulaman, songket sampai berbagai cinderamata khas boleh anda dapati. Termasuk juadah dan oleh2 makanan Minang. Keep your sense of humor and bargain hard if you’re buying!

Puas di Pasa Ateh, sekarang kita susuri JALAN AHMAD YANI…ini ‘main streetnya’ Bukittinggi..Nah, dikanan-kirinya berjajar kedai barangan antik dan toko cinderamata (tak hanya asal Minang..bahkan yang khas Batak dan Aceh di Utara, Riau, Palembang, Lampung…bahkan Kalimantan dan Papua, ada semua disini..So it’s also a miniature of archipelago’s vast and various crafts). Dihubungkan sebuah jalan bertangga toko-toko cinderamata ini makin beragam di jalan Cindurmato dan Jalan Minangkabau.

Agar kita boleh mendapati pemandangan yang indah dari Bukittinggi dan daerah sekitar, sekarang kita susuri Jalan Cindurmato, menanjak ke TAMAN BUNDO KANDUANG yang letaknya dipuncak sebuah bukit. Atraksi disini adalah sebuah Kebun Binatang dan Museum Negeri. Zoo? Okelah..maybe it’s all the same with one near u’r town, But I beg….please visit The Muzeum…it is worth visiting. Museum yang tentu saja bergaya Rumah Gadang ini berisi berbagai pakaian adat dari suku-kaum 3 luak Minangkabau: Agam, Tanahdatar dan Limapuluh Koto. Ternyata…it’s very rich and various costumes after all!!!

Dibawah bukit Bundo Kanduang ini adalah pusatnya penginapan, hotel dan coffee shops. Dan diseberangnya adalah BENTENG FORT DE KOCK. Dibangun penjajah Belanda saat Perang Paderi tahun 1825. Jika anda ingin melihat matahari tenggelam di kala senja termasuk panorama Gunung Marapi di kejauhan, silakan menuju menara pandang di Jalan Tengku Umar. It’s an execellent spot to watch the views. And still..another breathtaking panorama is available on the southwestern edge of Bukittinggi. Ini sesuatu yang agak mendebarkan…dari sebuah kota berbukit-bukit, tiba-tiba disebelah selatan terhampar NGARAI SIANOK. This canyon is part of a tectonic rift valley and has sheer walls and a flat bottoms. Err…aduh…susah ditulis dengan kata-kata nih… pokoknya Spektakuler banget geto loh (Rancak bana…). Pagi-pagi menatap ngarai sianok dengan Gunung Singgalang dikejauhan diselimuti kabut pagi…hmm…Maha besar Allah. Dari Taman Panorama tempat kita melihat Ngarai Sianok, kita boleh melanjutkan ke GUA JEPANG (Jepun), sebuah terowongan buatan Jepang yang dibangun dibawah taman pada masa penjajahan Jepang (tahun 90an). Why would I suggest you to go inside a man-made tunnel ? Well, to make you feel how it was back then…or if you prefer ‘No’, then I won’t insist…Let’s go somewhere else: KOTO GADANG

Ini adalah sebuah kampong pengrajin perak bakar. Jaraknya hanya beberapa km dari Bukittinggi. Ya..kita berjalan melintasi Ngarai Sianok, kira-kira 1 km turun ke ngarai, lalu belok kiri dan lintasi jembatan kecil. Nah, tinggallah kita susuri jalan setapak kampung. Perlu 10 menit berjalan maka kita akan sampai di kampong Koto Gadang. Namanya juga perajin perak…pastilah banyak kerajinan perak dengan bentuk-bentuk khas Minangkabau. Mulai dari anting, miniature rumah gadang, bros. Banyak ragamlah.

Hey…still plenty time left? Jika anda masih ada masa, kita sama-sama yuk ke Kampung PANDAI SIKAT (pandai sikek)…ini pusatnya perajin songket Minang. Jaraknya memang agak diluar Bukittinggi. Nah sampai sini dulu jalan2 kita ke Bukittinggi, yang dulu pernah menjadi Ibukota Negara pada zaman pendudukan Belanda.

 


PROVINSI SUMATRA BARAT-RANAH MINANG

PROVINSI SUMATRA BARAT

RANAH MINANG

 

Apakah sama wilayah Alam Minangkabau dengan Wilayah Provinsi Sumatra Barat hari ini?

Wilayah Minangkabau, baik Luhak maupun Rantau itu kini masuk sebagai wilayah Provinsi SUMATRA BARAT. Tetapi memang wilayahnya jauh lebih kecil, karena beberapa rantau tersebut kini masuk ke provinsi lain. Misalnya daerah-daerah Rantau Timur seperti Rokan, Kampar dan Kuantan kini masuk di Provinsi RIAU. Sedangkan beberapa daerah di Rantau Pesisir Barat, seperti Kerinci kini masuk Provinsi JAMBI. Atau misalnya daerah Muko-muko dan Kota Bengkulu yang (tentu saja) kini masuk Provinsi BENGKULU. 

Kapan Provinsi ini berdiri ?

Provinsi Sumatra Tengah  adalah yang mula-mula berdiri, merangkumi Minangkabau, Riau dan Jambi. Pada tahun 1958 ia dipecahkan menjadi 3 Provinsi, iaitu Provinsi Riau beribu negeri di Tanjung Pinang, Provinsi Jambi beribu negeri Jambi Kota dan Minangkabau yang disebut sebagai Sumatra Barat beribu negeri di Padang. 

Berapa Luas wilayah Provinsi Sumatra Barat?

Keluasannya adalah 42.297 km2 atau kira-kira 9% Luas Pulau Sumatra atau 2% Luas Wawasan Nusantara (Negara Republik Indonesia). Ia menduduki peringkat ke 6 dari 10 Provinsi di Sumatra. 4 provinsi lain yang lebih kecil wilayahnya dari Sumbar adalah : Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka & Belitung serta Kepulauan Riau. 

Terbagi dalam berapa wilayah-kah Provinsi Sumatra Barat?

Provinsi Sumatra Barat terbagi atas 19 Daerah Tingkat II berbentuk Kebupatian dan Kota/Bandar. Yang disebut sebagai Kebupatian adalah daerah luas diluar bandar dan dipimpin seorang Bupati (mirip luhak), sedangkan Kota/Bandar adalah wilayah yang lebih sempit dan lebih ramai penduduknya, dipimpin seorang Walikota. Baik Kebupatian maupun Kota/Bandar mempunyai perwakilan rakyat/parlemen yang disebut DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Bertugas mengawas kerja Bupati atau Walikota tempatan. 

Apa saja nama Kebupatian dan Kota di  Provinsi Sumatra Barat?

 7 Kota/Bandar di Sumbar adalah PADANG, PADANGPANJANG, BUKITTINGGI, SOLOK, SAWAHLUNTO, PAYA KUMBUH dan PARIAMAN. Sedang 12 Kebupatiannya adalah : 

1.      AGAM beribunegeri di LUBUK BASUNG

2.      TANAH DATAR beribunegeri di PAGARUYUNG

3.      LIMAPULUH KOTA beribunegeri di PAYA KUMBUH

4.      SOLOK beribunegeri di ARASUKA

5.      SOLOK SELATAN beribunegeri di PADANG ARA

6.      PADANG PARIAMAN beribunegeri di PARIAMAN

7.      PASAMAN beribunegeri di LUBUK SIKAPING

8.      PASAMAN BARAT beribunegeri di SIMPANG EMPAT

9.      SAWAHLUNTO-SIJUNJUNG beribunegeri di MUARA SIJUNJUNG

10.  PESISIR SELATAN beribunegeri di PAINAN

11.  DHARMASRAYA beribunegeri di PULAU PUNJONG

12.  KEPULAUAN MENTAWAI beribunegeri di TUA PEJAT 

Bagaimana mencapai Kota Padang ?

Dari udara ia dicapai melalui  Lapangan Terbang Antara Bangsa MINANGKABAU INTERNATIONAL AIRPORT di Ketaping, Padang Pariaman. Dari laut, melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Dan dari darat, ia bisa dicapai melalui Medan (Medan-Padang Sidempuan-Penyabungan-Pasaman-Padang Pariaman-Padang); dari Pekanbaru (Pekanbaru-Kampar-Payakumbuh-Bukittinggi-Padang) atau dari Bengkulu (Bengkulu-Mukomuko-Painan-Padang); dan dari Jambi (Jambi-Kerinci-Padang). 

Apa saja tujuan yang menarik di Sumatra Barat?

Pantai Muaro (Batu Si Malin Kundang) di Padang; Istana Pagaruyung di Batu Sangkar; Peranginan Bukit Tinggi : Ngarai Sianok, Jam Gadang, Fort De Kock, Pasar Ateh & Bawah; Pusat Songket & Bordir di Pandai Sikat; Rumah Gadang di Padang Panjang; Tasik/danau Maninjau di Singkarak. Hampir semua wilayah di Sumatra Barat mempunyai daya pikat yang menarik karena bentuk seni bina rumahnya yang khas, dan alamnya yang permai sertai udara yang sejuk. 

Apa saja oleh-oleh khas Sumatra Barat?

Songket Minang, Bordir Minang, Sulam Minang, Sarung Tenun Silungkang; Makanan (snack): Karupuak Lado Sanjai; Dakak-dakak Petak; Kalamai Kacang ; Coba juga makan di Kedai makan Nasi Kapau.

 

 


SEJARAH MINANGKABAU

SEJARAH MINANGKABAU

Asal-usulnya menurut Tambo Alam Minangkabau

Tiga anak dari Raja Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung) dari Makadunia (Macedonia) iaitu Maharajo Alif, Maharajo Japang dan Maharajo Dirajo berlayar bersama, dan saat dalam perjalanan mereka bertengkar sehingga mahkota kerajaan jatuh ke dalam laut.
Continue reading


Oleh2 dari Makassar

Sebenarnya sih…buanyaaaaaaaaak…tapi cuma 3 yang keambil gambarnya nih:

#1. Miniatur Rumah Adat Toraja (Tongkonan)

#2. Syrup/juice Buah Marquisa

#3. Songkok Bugis


Yang beda dari Makassar

Mengunjungi suatu kota berarti kita akan menjumpai sesuatu yang beda dengan kota dimana kita tinggal. Gaya bicara, dialek, bahasa, makanan, nama jalan, seni bina rumahnya sampai sesuatu yang pasti kita cari-cari buat orang rumah: cinderamata alias oleh-oleh!


Continue reading


Dialek Melayu Makassar

Bahasa tempatan di Provinsi Sulawesi Selatan sebenarnya cukup banyak dan sangat berbeda satu sama lain. Diantaranya Bahasa Makassar (ditutur Puak Makassar mereka asalnya di kota Makasssar, Sunnguminasa/Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai); lalu Bahasa Bugis (dituturkan puak Bugis yang berasal dari Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Pare-pare, Enrekang, Mamuju, Bone). Lalu masih ada Puak Mandar dan Puak Toraja. Justru karena itulah maka di kota Makassar sekarang yang dominan justru bukan bahasa-bahasa daerah tetapi satu bahasa yang menyatukan yaitu Bahasa Melayu (Indonesia) Dialek Makassar. Bahasa ini ditandai dari nada penutur (yang cenderung naik) dan pemakaian partikel-partikel : Ki’ ; Di’ ; Ta’ ; Toh; Tauwwa dan Ji’ (fungsinya hampir seperti ‘lah’ atau ‘kah’ atau ‘deh’ atau ‘kok’)

 

Yang jelas, terdapat kata-kata Melayu (indonesia) yang disesuaikan dialek Makassar, misalnya kata dengan akhiran ‘n’ akan diucapkan ‘ng’ ; Misalnya : “Dinging sekali hawanya di’ “. ( Dingin Dinging; Angin Anging),

Nah…tapi kebalikannya…kata-kata dengan akhiran ‘ng’ justru diucapkan ‘n’ seperti ‘Kari Kambin’ bukan ‘Kari Kambing’. Bagaimanapun gejala seperti ini adalah wajar dalam suatu dialek daerah.

Buat orang luar, tentu nggak sulit memahami Bahasa Dialek Makassar ini karena merupakan Bahasa Melayu, hanya ia diucapkan dengan nada tertentu dan agak cepat. Asal mau mendengarkan dengan cukup seksama pasti bisa ‘connect’. Kata-kata asli kadang juga dipakai tergantung lingkungan penuturnya.

Ini saya iseng2 nanya sama teman2 keturunan Bugis & Makassar tentang ANGKA…. Saya bandingkan dengan Bahasa Jawa, Melayu dan Tagalog (My sister in law)… ternyata terlihat pola bahasa Nusantara yang mirip2 satu sama lain…

(take from http://sriandalas.multiply.com)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.