<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Bismillahirahmanirrahim</title>
	<atom:link href="http://udaeko.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://udaeko.wordpress.com</link>
	<description>" Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang "</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2009 03:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by Andi</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-633</link>
		<dc:creator>Andi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 03:57:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-633</guid>
		<description>Assalamualaikum wr wb,..

Wah ternyata uda Ewang benar Allah tidak melarang mengawini sepupu dari pihak ayah dan ibu anak dari saudara - saudara orang tua kita,terima kasih atas penjelasannya sungguh menambah pengetahuan buat saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb,..</p>
<p>Wah ternyata uda Ewang benar Allah tidak melarang mengawini sepupu dari pihak ayah dan ibu anak dari saudara &#8211; saudara orang tua kita,terima kasih atas penjelasannya sungguh menambah pengetahuan buat saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wawancara John Perkins Dengan Democracy Now! Di Firehouse Studio, USA by Andhika</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/04/17/wawancara-john-perkins-dengan-democracy-now-di-firehouse-studio-usa/#comment-632</link>
		<dc:creator>Andhika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 12:38:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/04/17/wawancara-john-perkins-dengan-democracy-now-di-firehouse-studio-usa/#comment-632</guid>
		<description>bener kata Bung Karno

&quot;Go to hell with your aid&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener kata Bung Karno</p>
<p>&#8220;Go to hell with your aid&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Totto-chan (Gadis Cilik di Jendela) by nova chaerina</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/07/26/totto-chan-gadis-cilik-di-jendela/#comment-631</link>
		<dc:creator>nova chaerina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 02:18:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/07/26/totto-chan-gadis-cilik-di-jendela/#comment-631</guid>
		<description>a great book...indonesia&#039;s society must read it,,,especially teacher and student...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>a great book&#8230;indonesia&#8217;s society must read it,,,especially teacher and student&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by Awang</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-630</link>
		<dc:creator>Awang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 10:07:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-630</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr Wb

Mohon Maaf ada sedikit tanggapan saya yang tertinggal
Yang di maksud Surat &quot;33:50&quot; adalah tentang wanita yang menghibahkan diri kepada laki-laki. 

Menghibahkan diri kepada seorang lelaki tidaklah dibolehkan karena dipahami bahwa nantinya si lelaki menikahi si wanita tanpa mahar dan tanpa wali. Yang seperti ini hanya berlaku secara khusus bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak bagi umat beliau. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang hal ini ketika menyebutkan wanita-wanita yang halal dinikahi oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallamٍٍ: 

...“(Dan dihalalkan pula bagi Nabi ) wanita mukminah yang menghibahkan dirinya kepada Nabi jika memang Nabi berkeinginan untuk menikahinya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua kaum mukminin.” (Al-Ahzab: 50)

Semoga berkenan

Wassalamu alaikum Wr Wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr Wb</p>
<p>Mohon Maaf ada sedikit tanggapan saya yang tertinggal<br />
Yang di maksud Surat &#8220;33:50&#8243; adalah tentang wanita yang menghibahkan diri kepada laki-laki. </p>
<p>Menghibahkan diri kepada seorang lelaki tidaklah dibolehkan karena dipahami bahwa nantinya si lelaki menikahi si wanita tanpa mahar dan tanpa wali. Yang seperti ini hanya berlaku secara khusus bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak bagi umat beliau. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang hal ini ketika menyebutkan wanita-wanita yang halal dinikahi oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallamٍٍ: </p>
<p>&#8230;“(Dan dihalalkan pula bagi Nabi ) wanita mukminah yang menghibahkan dirinya kepada Nabi jika memang Nabi berkeinginan untuk menikahinya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua kaum mukminin.” (Al-Ahzab: 50)</p>
<p>Semoga berkenan</p>
<p>Wassalamu alaikum Wr Wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by Awang</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-629</link>
		<dc:creator>Awang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 09:55:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-629</guid>
		<description>Assalamualaikum wrwb.

salam kenal sekedar menanggapi komentar uda Marola dan pesan Nabi-Nya, sampaikanlah walau satu ayat,
sesungguhnya penjelasan wanita yang boleh dinikahkan cukup jelas dlm surat Al Ahzab 50 ini,karena dlm surat yang lain tepatnya &quot;An Nisa ayat 23&quot; Allah menjelaskan tentang siapa saja wanita yang haram dinikahkan di ayat ini.
Dalam Al Ahzab di sebutkan, &quot;Hai Nabi,sesngghnya Kami tlh menghalalkan bagimu istri-istri yang telah kamu berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yg termasuk apa yg kamu peroleh dlm peperangan yg dikaruniai Allah utk mu,dan demikian pula anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu,anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu,anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu,anak perempuan dari saudara perempuan ibumuyg turut hijrah bersamamu dan dihalalkan pula bagi Nabi wanita mukminah yang menghibahkan dirinya kepada Nabi jika memang Nabi berkeinginan untuk menikahinya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua kaum mukminin.” (Al-Ahzab: 50)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bila Nabi-Nya berkenan menikahi wanita tersebut maka hal itu halal bagi beliau tanpa mahar, sebagai pengkhususan bagimu, yang berarti tidak halal bagi seorang pun dari umatnya untuk mendekati wanita yang menghibahkan dirinya kepadanya. Hukum ini hanyalah untuk Rasulullah Muhammad secara khusus, yang Aku khususkan bagimu dan tidak berlaku bagi seluruh umatmu.”
Jadi menurut saya setlah Al Qur&#039;an diturunkan maka tak ada lagi satu hukumpun yang lebih tinggi derajatnya dari Al Qur&#039;an.
Adat melarang karena masalah kesehatan menurut saya juga kurang tepat karena jikalau Allah membolehkan maka mahaluas ilmu Allah dan sekali kali kita tidak dapat mengetahui rahasia Allah,bukankah saat zaman sain modern saat ini telah begitu banyak ilmu pengetahuan terungkap hanya sebagai pembenaran apa yang telah Allah terangkan dalan Al Quran.
Saya kira cukuplah kiranya tanggapan dari saya dan karena memang begitu terbatasnya pengetahuan saya.
Mohon maaf ya uda Marola jikalau banyak kata saya yang tak berkenan.

Wassalamu alaikum Wr Wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wrwb.</p>
<p>salam kenal sekedar menanggapi komentar uda Marola dan pesan Nabi-Nya, sampaikanlah walau satu ayat,<br />
sesungguhnya penjelasan wanita yang boleh dinikahkan cukup jelas dlm surat Al Ahzab 50 ini,karena dlm surat yang lain tepatnya &#8220;An Nisa ayat 23&#8243; Allah menjelaskan tentang siapa saja wanita yang haram dinikahkan di ayat ini.<br />
Dalam Al Ahzab di sebutkan, &#8220;Hai Nabi,sesngghnya Kami tlh menghalalkan bagimu istri-istri yang telah kamu berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yg termasuk apa yg kamu peroleh dlm peperangan yg dikaruniai Allah utk mu,dan demikian pula anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu,anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu,anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu,anak perempuan dari saudara perempuan ibumuyg turut hijrah bersamamu dan dihalalkan pula bagi Nabi wanita mukminah yang menghibahkan dirinya kepada Nabi jika memang Nabi berkeinginan untuk menikahinya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua kaum mukminin.” (Al-Ahzab: 50)<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bila Nabi-Nya berkenan menikahi wanita tersebut maka hal itu halal bagi beliau tanpa mahar, sebagai pengkhususan bagimu, yang berarti tidak halal bagi seorang pun dari umatnya untuk mendekati wanita yang menghibahkan dirinya kepadanya. Hukum ini hanyalah untuk Rasulullah Muhammad secara khusus, yang Aku khususkan bagimu dan tidak berlaku bagi seluruh umatmu.”<br />
Jadi menurut saya setlah Al Qur&#8217;an diturunkan maka tak ada lagi satu hukumpun yang lebih tinggi derajatnya dari Al Qur&#8217;an.<br />
Adat melarang karena masalah kesehatan menurut saya juga kurang tepat karena jikalau Allah membolehkan maka mahaluas ilmu Allah dan sekali kali kita tidak dapat mengetahui rahasia Allah,bukankah saat zaman sain modern saat ini telah begitu banyak ilmu pengetahuan terungkap hanya sebagai pembenaran apa yang telah Allah terangkan dalan Al Quran.<br />
Saya kira cukuplah kiranya tanggapan dari saya dan karena memang begitu terbatasnya pengetahuan saya.<br />
Mohon maaf ya uda Marola jikalau banyak kata saya yang tak berkenan.</p>
<p>Wassalamu alaikum Wr Wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by Andi</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-628</link>
		<dc:creator>Andi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 08:48:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-628</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr wb,..Terima kasih saya ucapkan atas Tanggapan uda Marola sungguh sangat-sangat menambah pengetahuan saya,..sekali lagi terima kasih banyak,..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr wb,..Terima kasih saya ucapkan atas Tanggapan uda Marola sungguh sangat-sangat menambah pengetahuan saya,..sekali lagi terima kasih banyak,..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by rika fajriah</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-627</link>
		<dc:creator>rika fajriah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 14:35:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-627</guid>
		<description>weeeyyy...urang minang gadang OTA!
hehehe...punyo carito kalamak dek wak surang, lai shohih caritonyo tu????
tapi iyo itu kaba nan ditarimo dari nenek moyang, intah iyo ntah pun tido tapi di aka sehat iyo sarupo dibuek-buek sajo!

tapi ambo urang minang lo mah...

ambo bangga jd urang minang tp disisi lain ambo ragu dg sejarahnyow....

salam kenal dari nak pikumbuah!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weeeyyy&#8230;urang minang gadang OTA!<br />
hehehe&#8230;punyo carito kalamak dek wak surang, lai shohih caritonyo tu????<br />
tapi iyo itu kaba nan ditarimo dari nenek moyang, intah iyo ntah pun tido tapi di aka sehat iyo sarupo dibuek-buek sajo!</p>
<p>tapi ambo urang minang lo mah&#8230;</p>
<p>ambo bangga jd urang minang tp disisi lain ambo ragu dg sejarahnyow&#8230;.</p>
<p>salam kenal dari nak pikumbuah!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by fitra wahyu</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-626</link>
		<dc:creator>fitra wahyu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 12:56:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-626</guid>
		<description>ambo juo sanang mambaco nan uda tulih disiko..susah bana kini manamukan carito tantang nagari kito ko.ambo mambaco samapi tabik tangih de&#039;e.....hehehe alah ambo posting ka referensi ambo.salam kompak ndan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ambo juo sanang mambaco nan uda tulih disiko..susah bana kini manamukan carito tantang nagari kito ko.ambo mambaco samapi tabik tangih de&#8217;e&#8230;..hehehe alah ambo posting ka referensi ambo.salam kompak ndan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SEJARAH MINANGKABAU by marola</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-625</link>
		<dc:creator>marola</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 11:36:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/sejarah-minangkabau/#comment-625</guid>
		<description>Salam...

Ikutan sakaki, saya cuman ingin menanggapi pertanyaan uda andi ini saja dengan apa yang saya tahu.
Mengenai hukum waris, yang mana yang tidak sesuai dalam islam? mungkin rancak diketahui, pembagian harta itu dulu di minang, diminang ada pusaka tinggi, dan pusaka rendah, pusaka tinggi dari awalnya memng sudah di ikrarkan jatuhnya hanya keperempuan, karen minang menganut mantrilineal/matriakat, dan gak mungkinkan, harta warisan pusaka tinggi itu, dibagikan kepada anak2 laki2 juga, perang sakampung badunsanak orang nanti.

Kalau Pusaka Rendah, adalah pusaka hasil pencarian dari orang tua untuk anak2nya dalan sebuah rumah tangga, jadi dari dulu sampai sekarang pembagiannya tetep merujuk kepada hukum islam, tetapi kenyataannya, banyak lelaki minang yang tidak mau menerima dikarenakan adat tadi, dan dia rela memberikan semua kepada adik2nya yg perempuan, kalau bisa dia mau menambahi, dan pada akhirnya nanti, harta seperti ini akan sama menjadi pusaka tinggi.

Harus diingat juga, harta pusaka tinggi itu tidak boleh diperjual belikan, hanya dipakai turun temurun, tetapi kenyaanya, sampai sekarang banyak juga anak lelaki yg gak bautak, masih hobi menjual harta pusaka ini, termasuk juga para ninik mamaknya.

Mengenai pertanyaan kedua, itu agak rancu tuh, memang tidak diperbolehkan kok, mengawini anak saudara laki2 ayah, baik di agama juga di adat, coba baca lagi ayat suci itu, &quot;terutama yg ininya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin&quot; mungkin pertanyaanya seperti ini, kenapa orang minang tidak boleh kawin antar sesama suku?

Ini harus diketahui juga, bahwa tidak semua nagari di ranah minang menerapkanya, ada yg boleh kok, bukankan adat itu salingka nagari? nah kenapa ada yg melarang, ini awalnya juga karena alasan kesehatan (ilmu pengetahuan ada tuh), dikarenakan asal mulanya kita saudara deket satu kaum, makanya dilarang, walau di agama dibolehkan, inilah adat minang, kalau kitetep melakukan, tidak akan dosa kok, tapi dilakukan, ya hukum adat berlaku.

Adat Minang itu, memang sudah ada sebelum islam, bahkan setelah islam, adat masih banyak yang bertentangan, makanya, atas kesepakatn pada masa Imam Bonjol yang terkenal dengan Piagam Marapalam itu, sehingga muncul ABS SBK seperti adat mianang yg berlaku sekarang (Paderi itu adalah gerakan pemurniaan Islam, atau paham Wahabi.

Mungkin itu saja baru yg bisa saya tambahkan, silakan orang dapur blog ini yang melanjutkan, sangat banyak buku2 dan artikel yang mengulas masalah ini.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam&#8230;</p>
<p>Ikutan sakaki, saya cuman ingin menanggapi pertanyaan uda andi ini saja dengan apa yang saya tahu.<br />
Mengenai hukum waris, yang mana yang tidak sesuai dalam islam? mungkin rancak diketahui, pembagian harta itu dulu di minang, diminang ada pusaka tinggi, dan pusaka rendah, pusaka tinggi dari awalnya memng sudah di ikrarkan jatuhnya hanya keperempuan, karen minang menganut mantrilineal/matriakat, dan gak mungkinkan, harta warisan pusaka tinggi itu, dibagikan kepada anak2 laki2 juga, perang sakampung badunsanak orang nanti.</p>
<p>Kalau Pusaka Rendah, adalah pusaka hasil pencarian dari orang tua untuk anak2nya dalan sebuah rumah tangga, jadi dari dulu sampai sekarang pembagiannya tetep merujuk kepada hukum islam, tetapi kenyataannya, banyak lelaki minang yang tidak mau menerima dikarenakan adat tadi, dan dia rela memberikan semua kepada adik2nya yg perempuan, kalau bisa dia mau menambahi, dan pada akhirnya nanti, harta seperti ini akan sama menjadi pusaka tinggi.</p>
<p>Harus diingat juga, harta pusaka tinggi itu tidak boleh diperjual belikan, hanya dipakai turun temurun, tetapi kenyaanya, sampai sekarang banyak juga anak lelaki yg gak bautak, masih hobi menjual harta pusaka ini, termasuk juga para ninik mamaknya.</p>
<p>Mengenai pertanyaan kedua, itu agak rancu tuh, memang tidak diperbolehkan kok, mengawini anak saudara laki2 ayah, baik di agama juga di adat, coba baca lagi ayat suci itu, &#8220;terutama yg ininya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin&#8221; mungkin pertanyaanya seperti ini, kenapa orang minang tidak boleh kawin antar sesama suku?</p>
<p>Ini harus diketahui juga, bahwa tidak semua nagari di ranah minang menerapkanya, ada yg boleh kok, bukankan adat itu salingka nagari? nah kenapa ada yg melarang, ini awalnya juga karena alasan kesehatan (ilmu pengetahuan ada tuh), dikarenakan asal mulanya kita saudara deket satu kaum, makanya dilarang, walau di agama dibolehkan, inilah adat minang, kalau kitetep melakukan, tidak akan dosa kok, tapi dilakukan, ya hukum adat berlaku.</p>
<p>Adat Minang itu, memang sudah ada sebelum islam, bahkan setelah islam, adat masih banyak yang bertentangan, makanya, atas kesepakatn pada masa Imam Bonjol yang terkenal dengan Piagam Marapalam itu, sehingga muncul ABS SBK seperti adat mianang yg berlaku sekarang (Paderi itu adalah gerakan pemurniaan Islam, atau paham Wahabi.</p>
<p>Mungkin itu saja baru yg bisa saya tambahkan, silakan orang dapur blog ini yang melanjutkan, sangat banyak buku2 dan artikel yang mengulas masalah ini.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bandung History by Asep Dian Permana Yudha</title>
		<link>http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/bandung-history/#comment-624</link>
		<dc:creator>Asep Dian Permana Yudha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:13:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://udaeko.wordpress.com/2007/05/18/bandung-history/#comment-624</guid>
		<description>Kapan kapan sejarah Ciamis ya... kalo ada. Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan kapan sejarah Ciamis ya&#8230; kalo ada. Trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
