Wawancara John Perkins Dengan Democracy Now! Di Firehouse Studio, USA

on

Wawancara John Perkins Dengan Democracy Now! Di Firehouse Studio, USA


Barangkali Anda tertarik dengan teori konspirasi, terutama yang ada kaitannya dengan bisnis global dan ekonomi dunia. Teori ini, meskipun saya pribadi menganggap “biasa-biasa” saja, tetapi mungkin cukup menarik untuk dibaca dan direnungkan. Dan ya, berikut saya kutipkan transkrip wawancara dengan John Perkins, mantan anggota “perusak ekonomi” (economic hit men) yang baru saja merilis buku berjudul Confessions of an Economic Hit Man.

Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man, ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. Berikut transrip wawancaranya.

John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan “anggota perusak ekonomi” (economic hit men) – seorang profesional yang dibayar mahal untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar. (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku dengan judul, Conscience of an Economic Hit Men.
Perkins menulis, “Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara, mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan. Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami para perusak ekonomi (economic hit men), telah gagal mempengaruhi Roldós dan Torrijos, dan para perusak “jenis yang lain” yaitu CIA-“serigala pengeksekusi” yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.

John Perkins meneruskan: “Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis lagi: invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan selalu membuat saya berhenti.”

Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya. Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins bersama kami di studio Firehouse.

AMY GOODMAN John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse. Selamat datang di Democracy Now!

JOHN PERKINS Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.

AMY GOODMAN Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke, jelaskan makna kata ini, “economic hit man” EHM., seperti halnya Anda menamakannya.

JOHN PERKINS Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita, dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para economic hit men. Saya adalah salah satu bagian utama dari hal itu.

AMY GOODMAN Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?

JOHN PERKINS Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta. Economic hit man yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang tumpah -atau mungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.

Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu, dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya dengan pemerintah.

AMY GOODMAN Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.

JOHN PERKINS Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T. Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu —katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara seperti Indonesia atau Ecuador— negara-negara itu akan memberikan kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan tinggal menuntut, “Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi minyak.” Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah imperium. Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini benar-benar keberhasilan luar biasa.

AMY GOODMAN Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa— apakah sogokan itu Anda terima?

JOHN PERKINS Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an untuk tidak menulis buku ini.

AMY GOODMAN Dari?

JOHN PERKINS Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.

AMY GOODMAN Yang mana?

JOHN PERKINS Bicara secara legal, ini bukanlah.. — Stoner-Webster. Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. – saya dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah – saya adalah – itu mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya beri judul Conscience of an Economic Hit Man. Dan saya harus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa – ini nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya –

AMY GOODMAN Tentu, itulah tentunya isi buku itu.

JOHN PERKINS Iya, dan saat itu,… kamu tahu? Dan ketika saya direkrut NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu seks, kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh “candu” seks, uang, dan kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut perubahan.

AMY GOODMAN Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.

JOHN PERKINS Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi- ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka – Departemen Keuangan (Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ..

AMY GOODMAN Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.

JOHN PERKINS Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S. Government Securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil melakukannya.

Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan “serigala-serigala” (the jackals). “Serigala-serigala” itu adalah CIA, dengan mengirimkan orang-orang “masuk” (Irak) dan mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu menjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai—- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka melakukan langkah ketiga “pertahanan”, jika economic hit men dan the jackals gagal, langkah lain “pertahanan” itu adalah orang-orang kita dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah kita kerjakan di Irak.

AMY GOODMAN Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?

JOHN PERKINS Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah menandatangani Perjanjian Kanal (Canal Treaty) dengan Carter — dan, kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita yang menarik- apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos – mencoba menegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.

Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang meledak bersamanya, dimana —- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah gagal. Saya tahu para “serigala-serigala” (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah “sanksi” dari CIA, dan sebagian besar – para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara kita (Amerika).

AMY GOODMAN Lalu, dimana – kapan Anda mengubah pandangan Anda?

JOHN PERKINS Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, seks, kekuasaan, dan uang, sungguh terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga kelanjutannya.

AMY GOODMAN Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?

JOHN PERKINS Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat), saya berubah pandangan.

Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong, sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.

AMY GOODMAN John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions of an Economic Hit Man.

 ——-
Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya), dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now (Amerika).

Warning: Apapun yang anda baca, lihat, dan dengar, haruslah dicerna dan disikapi dengan sebaik-baiknya, serta ditimbang dengan logika dan rasio yang wajar, tanpa prasangka dan praduga. Jaga pikiran anda agar tetap terbuka dan bersikaplah dewasa. Apapun yang Anda baca adalah tanggungjawab Anda sendiri untuk memilahnya. Karena apa yang belum pernah Anda baca, fakta ataupun sekedar issue, seringkali sangat menakutkan.

11 Comments Add yours

  1. DWI KARYANI says:

    Saya Dwi Karyani adalah penerjemah buku Economic Hit Man versi Indonesia. Semoga buku itu dan juga artikel wawancara ini dapat menegaskan kepada kita semua agar lebih mencintai produk Indonesia (itu kesimpulan yang paling mudah). Dengan mencintai produk sendiri (dalam negeri) bangsa kita akan menjadi kuat. Boleh2 saja memakai produk luar tapi bandingkan dulu semuanya dengan produk Indonesia. Apalagi saat ini Indonesia sedang krisis

  2. udaeko says:

    Sgguh suatu kehormatan klo blog ini dikomentari oleh seseorang yg memang sangat “dekat” sekali dgn buku ini terutama u/ yg Indo Versionnya apalagi klo si penulisnya juga bisa mampir ke sini😉

    Terima Kasih u/ Sdri Dwi Karyani yg sdh mampir di blog saya ini & juga mengomentari…..

    Smg Harapan sdri Dewi itu mewakili harapan seluruh Warga Indonesia agar mencintai produk negerinya sendiri…

    Akhirnya, Salam Kenal dari saya…..

  3. Arief Setiawan says:

    Setelah Membaca Buku dan Wawancaranya
    Saya sadar bahwa negara kita masih di jajah
    buku dan wawancara ini wajib di publikasikan lebih jauh,

    agar bangsa ini sadar dan tidak terpecah belah oleh kepentingan Amerika.

    mudah2an suatu hari nanti bangsa kita dapat merebut dan menanasionalisasi seluruh aset Amerika
    di Indonesia seperti yang dilakukan oleh Presiden Iran Mohammad Mosadegh terhadap inggris. biar negara kita terbebas dari hutang2 yang hanya rekayasa Amerika.

    Lanjutkan terus blog ini bro….
    maju terus putera bangsa….

  4. lika says:

    ini mrpkn salah satu dari sekian banyak problematika dunia ketiga, melilitkan leher sendiri dengan ‘hutang ribawi’. padahal sudah diatur dengan jelas tata cara berhutang yang benar, dan air, api (energi), & padang gembala adalah milik rakyat, bukan untuk diprivatisasi oleh seseorang apalagi oleh ‘asing’.

    hanya pemerintahan yang memiliki ideologi & metode yang benarlah yang akan mampu keluar dari dilema ini…

    selama pemerintah mempertahankan sistem bobrok ini, yakinlah kita tidak akan mampu mengatasi masalah yang sudah berurat nadi ini.

    pemerintah rakyat harus CERDAS!

  5. gege panditho says:

    pengakuan dan kejujuran yang mengagumkan dari seorang perkins atas tindakan dari sistem imperium america yang menyebabkan penderitaan di negara-negara dunia ke 3.

    patut dijadikan renungan dan pembelajaran bagi para calon pemimpin (presiden dan pejabat publik terkait) sebelum menerima proposal bantuan (kerjasama operasional/KSO, privatisasi) yang alih-alih mencaplok sumber daya alam negeri kita tercinta.

    pertimbangannya adalah memberikan hak hidup bagi semua makhluk yang ada di bumi pertiwi untuk seribu tahun bahkan lebih dari itu untuk (anak cucu, binatang, tumbuhan dsb).

    sudah saatnya kita… merdeka 100%! tanpa kompromi.

    Wassalam,
    Gege Panditho

  6. wah, salut untuk john perkins yg dengan berani(meski telat) untuk mengungkap fakta yg terjadi..
    negara ini memang masih dijajah, oleh karena itu kita harus bersatu, jangan mudah untuk termakan provokasi untuk kepentingan segelintir orang.
    Saat ini pikirkan bagaimana caranya membuat rakyat bangsa ini menjadi “kaya dan makmur” dan otomatis menjadikan anak cucu kita juga bisa menjadi “kaya dan makmur” sehingga tidak ada lagi untuk kepentingan pribadi..
    cintai produk kita sendiri..

    MERDEKA!!!!

  7. Andhika says:

    bener kata Bung Karno

    “Go to hell with your aid”

  8. Harry says:

    Saya sangat senang dengan diluncurkannya buku ‘Economic Hit Man’. Mudah-mudahan dapat dibuat edisi khusus untuk pelajar dan mahasiswa dengan harga yg relatif terjangkau, sehingga dapat lebih menyebar lagi iformasi yg ada dlm buku tsb. Negara kita beserta rakyatnya sdh menjadi budak bangsa asing. Mari sebarkan kesadaran ini supaya kita bersama-sama bisa menumbuh kembangkan rasa nasionalisme Indonesia yg semakin meredup dari hari ke hari, Indonesia Jaya !

  9. Hunafa Gunawan says:

    seluruh Warga Indonesia agar mencintai produk negerinya sendiri???
    jangan berhutang???
    dijajah??bersatu??
    is mr soekarno was marxism??
    -jangan terlalu mudah di mentori oleh buku, skeptis!-

    EHM telah membantu kita dan negara2 berkembang untuk maju,,
    sudah sepantasnya mereka mendapatkan bagian yg mereka inginkan,,masalah ini cukup wajar dan indonesia tdk bisa sehebat ini tanpa EHM,,anda melihat dari sudut yang berbeda,,contoh:seorang guru mendidik kita,membuat kita merasa berhutang atas ilmu yang diberikan,dengan seenaknya memerintah kita(walaupun guru benar),,sama seperti EHM,,
    lihatlah lebih luas,,
    solusi:jgn manja/cengeng(jgn mudah menuntut pemerintah/menyalahkan pemerintah),percaya pemerintah,bersatu,,

  10. nurul says:

    kadang suka bingung..
    padahal udah ada publikasi macam ini (buku dan wawancara yg mengulas mengenai ‘sisi evil’-nya AMERIKA)
    tapi efek apa yg ada???
    kita yg baca tentu nya jadi ‘gregetan’ sama amerika..tapi toh dunia tetap engga bisa berbuat banyak dgn mengetauhi fakta ini,,termasuk indonesia.

  11. BenQ says:

    pantas Soekarno anti hutang luar negeri, ternyata presiden pertama kita memang benar2 nasionalos. Aq bangga !

    Sekarang kita membutuhkan pemimpin seperti itu, Aku harus bisa, kita semua harus bisa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s