Ide untuk merubah dunia

on

Pagi hari, di sebuah kelas 7 (middle school), kelas Pelajaran Sosial (social study). Seorang guru menyampaikan kata-kata sambutan kepada siswa-siswi baru. Setelah itu dia memberikan tugas kepada anak-anak berumur 11 tahunan itu. Tugasnya adalah:

Pikirkan mengenai sebuah ide

untuk merubah dunia kita

dan wujudkanlah ide tersebut

[Think of an idea

to change our world-

and put it into ACTION]

Kontan murid-murid menyambut gaduh menyiratkan ketidaksenangan dengan tugas tersebut. Lalu sang guru pun bertanya mengapa mereka seperti itu. Murid-murid pun menjawab bahwa tugas tersebut sebagai tugas yang: aneh, gila, susah, dan “gak asyik”

[weird, crazy, hard, and bummer*]. Namun buru-buru guru tersebut menjawab (sambil menunjuk ke arah murid-murid yang memberikan komentar tersebut) “Gak

asyik”…., “susah”………..(hening)…………………………………………………………………………

”Bagaimana dengan MUNGKIN?”………….

”hal tersebut MUNGKIN”…………….

”Dimanakah kemungkinan itu terletak pada tiap kalian?”

”Kemungkinan tersebut ada di sini” (sambil menunjuk pelipisnya dengan jari telunjuk)

”Jadi, kalian bisa mengejutkan saya (red: dengan ide kalian)”

”Sekarang semuanya terserah kepada kalian”

”atau kalian duduk saja dan membiarkan otak kalian atropi.”

”Ya, atropi.”

“ Kalau ada kata-kata yang kalian dengar dan kalian tidak mengerti, di depan kelas ada kamus. Coba carilah arti kata tersebut…”

[how about POSSIBLE?

it is possible!

the realm of possibility exist where in each of you?

here (pointing out his head with index finger)

So you can do it

You can surprise us

It is up to you

Or you can just sit backAnd let it atrophy*

Atrophy

If there is a word you hear you don’t understand

There is dictionary at front of the room, look it up….]

Akhirnya setelah beberapa minggu kelas berlalu. Para siswa pun mengemukakan idenya di depan kelas. Ada berbagai ide yang dilontarkan dan berusaha diwujudkan oleh anak-anak kelas 7 tersebut. Mulai dari mencoba menelepon presiden hingga wadah daur ulang di dua supermarket. Ada satu ide yang membuat sang guru tertarik dan akhirnya menjadi inti dari cerita yaitu ide “MLM kebaikan”. Begini ide anak tersebut, pertama dia akan berbuat sesuatu yang berguna bagi seseorang. Sesuatu yang orang tersebut tidak bisa melakukannya sendiri. Lalu sebagai imbalannya, 3 orang tersebut harus berbuat hal serupa kepada 3 orang yang lain dan seterusnya. Ide ini tampak sederhana. Beberapa orang siswa mentertawakannya dan ada juga yang memuji ide ini. Dan tahu apa yang terjadi? Ternyata ide sederhana ini menjadi sebuah pergerakan sosial di Negara tersebut.

Diagram “MLM kebaikan”



Gambar dibuat dengan program freemap

Catatan:

Sengaja dialog asli dalam bahasa Inggris ditampilkan (dengan font kuning) karena bahasa terjemahan kadang bergeser dari makna aslinya.

* Vocabulary:

Bummer:

An annoying or disappointing thing

Atrophy:

(Of body tissue or an organ) waste away, especially as a result of the degeneration of cells, or become vestigial during evolution.

“People and the world can laugh at our idea. But who knows who will laugh in the end.”

(fatahillah, Auwaldstrasse 89)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s