Pusi Manusia, ‘Satu Cinta’ (reposting)

on

Sampai tangan tak mampu lagi menulis
Sampai bibir bahkan susah berujar lirih
Saat mata mulai meredup bahkan padam
Saat kaki mulai lemah lumpuh
Bahkan nafas mulai terhimpit tersengal
Jangan wahai Rabb pujaanku
Jangan Engkau tarik nikmat mencintai-Mu
Penuhilah dengan cinta-Mu hingga dada ini tak ada ruang tersisa
Jangan hamba malas karena terbatas
Hembuskan semangat dalam qalbu tuk selalu berlari mengejar cinta-Mu
Dan kalaulah pinta ini tak lancang, sudilah Engkau menatap hamba yang hina
di hari yang berat itu dengan tatapan cinta-Mu yang sejuk

Pernahkah engkau mendengar kisah tentang seseorang yang buta namun ia berusaha dengan tekunnya menghafal Al Qur’an? Dan demi Alloh seingatku ini kisah nyata!!! (Ia belajar dengan mendengarkan kaset)
Pernahkah engkau melihat seseorang yang sudah lumpuh dan tetap berjuang untuk menegakkan Din ini? Dan demi Allah hal ini pun sebuah kisah nyata!!!
Saya juga pernah mendengar kisah tentang seorang wanita yang sakit-sakitan namun ia tetap berkarya dalam da’wah, Subhanallah betapa dahsyat kekuatan cinta, cinta sejati, cinta kepada Yang Menciptakan apa-apa yang kita cintai, cinta kepada Allah, Ar Rahman, Ar Rahim
Aku sungguh MALU…………..

http://humanforest.blogspot.com/2005/07/pusi-manusia-satu-cinta.html

2 Comments Add yours

  1. risna says:

    subhanallah atas semua kekuasaan ya dan ke adilan ya

  2. ui alangka alap puisi kaba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s