Terus Senang, Senang Terus

on

Terus Senang, Senang Terus

Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

Kalau kita sering mendengar moto hidup, tentunya banyak moto hidup yang dianut oleh banyak orang. Salah satunya, kalau kita ingin sukses, moto hidupnya adalah: ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian”. Moto ini, kemudian diterjemahkan menjadi :”Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Ketika kita menggunakan moto itu, maka konsep pemikiran kita adalah kalau ingin sukses dalam hidup harus berani bersakit-sakit dahulu, agar nantinya mampu menikmati aneka kesenangan. Konsep inilah, yang menyebabkan seseorang senang hidup dengan bersakit-sakit dahulu, dengan harapan agar mendapatkan kesenangan dikemudian hari.

Tidak salah memang, kalau kita mempunyai moto hidup seperti itu, namun marilah kita mulai hari ini berani melanggar moto:”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian”. Mengapa harus dilanggar? Jawabannya sangat sederhana dan sangat mendasar, yaitu:”Buat apa hidup bersakit-sakit dahulu, agar nanti mendapatkan kesenangan”. Bagaimana kalau belum mendapat kesenangan, sudah meninggal, kapan senangnya. Padahal dunia ini, diciptakan oleh Allah swt untuk kita nikmati dengan senang dan cara yang benar.

Moto hidup:”Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”, kita langgar menjadi: ”Hidup terus senang, senang terus”. Mengapa hidup harus terus senang, senang terus? Jawabannya juga sangat sederhana dan mendasar, yaitu secara spiritual hidup harus senang.

Caranya sangat sederhana, yaitu kalau kita mendapatkan kesulitan maka bersabar dan orang-orang yang bersabar terhadap kesulitan hidup, pasti dirinya menjadi senang, sambil tetap berusaha agar kesabarannya bisa merubah hidup menjadi lebih baik.

Begitu juga sebaliknya, kalau kita dihadapkan dengan aneka kemudahan maka tinggal bersyukur dan orang-orang yang selalu bersyukur atas kemudahan yang dialaminya, pasti dirinya menjadi senang, sambil mengoptimalkan rasa syukurnya, agar semakin bermanfaat bagi banyak orang.

Contoh sangat sederhana, saya punya sahabat sarjana hukum, kemudian beliau bekerja dan mendapat pekerjaan sebagai office boy, beliau dilecehkan, tidak ada orang yang berterima kasih karena lantai kamar mandi bersih, tidak ada yang minta maaf kalau lantai kantor yang baru dibersihkan dan masih basah, kemudian diinjak oleh beberapa sepatu kotor, sehingga harus di bersihkan lagi.

Alhamdulillah sahabat saya ini tidak minder, tidak sakit hati, tidak merasa diremehkan. Beliau tetap bersabar dan senang dengan pekerjaan itu, walaupun menurut orang lain, ijasah sarjana hukum tidak cocok sebagai office boy. Sedangkan bagi dirinya, pekerjaan apapun adalah menyenangkan asal hasilnya halal. Konsep dirinya adalah, tugas office boy salah satunya adalah membersihkan, maka tidak ada alasan untuk sakit hati.

Beberapa tahun kemudian, angin perubahan berpihak kepadanya, beliau diangkat sebagai salah satu manager di perusahaan itu dengan aneka fasilitas yang sangat luar biasa, ada mobil, rumah dinas, tunjangan anak dan istri, bahkan setiap orang yang bertemu selalu menyapa dengan rasa hormat.

Alhamdulillah, sahabat saya ini tidak menjadi sombong, angkuh, apalagi meremehkan orang lain. Beliau selalu bersyukur dan senang dengan pekerjaan itu tanpa harus lupa diri. Beliau selalu mensyukuri hasil jerih payah yang selama ini dirintis dan bahkan sekarang menjadi penasehat psikologi spiritual bagi sahabat, karyawan, dan bahkan perusahaan-perusahaan lainnya.

Jadi tidak ada alasan bagi kita ini, untuk hidup tidak senang, sebab dengan sabar dan syukur semuanya menjadi baik bagi kita semua. Kalau semua kejadian baik bagi kita, berarti semuanya menjadi sangat menyenangkan.

Berani hadapi tantangan terus senang dan senang terus !!! Bagaimana pendapat sahabat ???

7 Comments Add yours

  1. imam hidayat says:

    penjelasan dari anda membuat saya terkesan untuk melakukan hal yang sama. trima kasih.

  2. ayoy muharor says:

    kalo menurut saya mah senang terus gak enak,
    gaj terasa yang namanya perjuangan hidup kalo
    senag terus, sepertinya kita kan kebosanan senang
    nantinya jadi menurut saya mah susah senang harus
    ada dalam hidup….

  3. ucken says:

    moto hidup bukanlah segalanya dalam hidup. ia hanyalah pecerah batin yang terusik, namun tanpa moto hidup kadang manusia lupa akan tujuan akhirnya…jadi MOTO adalah memory tanpa obrolan..

  4. wulan says:

    is oke lah
    berakit2 kehulu berenang-renang ketepian
    hidup ini harus di jalani dengan senang hati aj …….hy lam kenal yuuuu’

  5. vie says:

    Yupz stju bgt………..

  6. dean syadin says:

    ya..mudah untuk anda bicara..tapi mungkin sulit buat saya yang nota bene adalah oFFICE bOY juga.. mereka-mereka terus menghinakan saya mencaci maki ketika saya sedikit melakukan kesalahan tugas yang diperintahakan( saya juga office boy )event itu hanya sedikit sedangkan yang saya kerjakan itu banyak dan mereka tidak mau tahu, intinya mereka cuma mau apa yang mereka mau harus dituruti tanpa terkecuali,sedangkan saya cuma seorang diri dengan kantor berupa dua Rukan dengan tiga lantai masing2 rukan, Can U believe that I just alone???? dengan sistem kerja tak ada istirahat / libur (walapun diatas kertas ada)karena saya diwajibkan tinggal dikantor,dan hal itu yang semakin bertambah berat coz jam kerja kantor saja sudah berat karena harus melakukan seorang diri plus ditambah jam pulang kantor saya harus melanjutkan semua tugas OB hingga larut malam tanpa henti…

    Dan belum lagi saya harus melakukan semua tugas OB seorang diri bahkan terkadang ada yang menyuruh saya membeli (maaf)pembalut tanpa merasa malu justru dengan nada membentak dan sedikit’mengancam’ , “dengan kata-kata awas kalo salah mereknya harus ini dengan jumlah yang segini dan harga yang segitu” dan bisakah anda percaya saya harus nalangin dulu untuk membeli pembalut itu pakai uang saya sendiri!!!!!! alih-alih memberikan saya ‘tips’ walaupun saya juga sama sekali tidak berharap imbalan tapi …bisa sangat dibayangkan betapa malunya saya seorang laki-laki disuruh untuk membeli pembalut, tanpa sedikitpun orang yang menyuruhnya malu sama saya sedangkan saya sorang laki-laki..

    mungkin saya berbeda dengan sahabat anda yang memang memiliki pendidikan tinggi dan menjadikan profesi Office Boy sebagai batu loncatan untuk menuju kesuksesan yang dia akan raih…tapi tidak dengan saya, saya cuma orang dengan pendidikan rendah(walaupun dikeluarga, sayalah orang yang pendidikannya paling tinggi coz ga ada selain saya yang mencapai pendidikan SLTA) itu pun dengan salah jurusan…sungguh mudah buat anda bicara… tapi sepertinya tidak buat saya walaupun saya juga menyadari setelah membaca tulisan anda saya seperti mendapatkan energi baru untuk terus berusaha dan bekerja dengan baik , intinya tak masalah apapun profesinya asalkan halal dan ga nyusahin orang saya berusaha tegar..entah sampai kapan???????

  7. albany says:

    smua itu ada hikmahnya..suatu saat kbruntungn kan mnghmpiri.pasti itu!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s