Bukittinggi: Kampuang Nan Jauh diMato

Jalan2 Di Bukittinggi…

 

Bukittinggi terletak di luak Agam, satu dari 3 luak di Minangkabau (kini Provinsi Sumatra Barat). Banyak orang berkata Allah meletakkan segala keindahan dalam jarak yang sangat berhampiran di kota ini. Tak heran jika Bukittinggi menjadi destinasi favorit turis pejalan kaki, karena berbagai-bagai keelokan dan atraksi berada dalam lingkungan yang sangat dekat. Mulai dari udaranya yang sejuk, alam yang sangat memukau, budayanya yang menawan hingga penduduknya yang ramah, dan yang pasti makanan serta fasilitas pelancongannya sangat bagus.

Mari…saya ajak anda semua menyusuri Bukittinggi…dengan berjalan kaki:

Kita mulai dari JAM GADANG di tengah kota. Jam berbentuk atap rumah gadang yang lentik seperti tanduk kerbau ini merupakan landmark Bukittinggi sehingga dari segala penjuru kota ia akan terlihat. Dari sini kita berjalan ke PASAR ATAS (Pasa Ateh). Nah…anda boleh sekadar melihat-lihat bagaimana ‘happening’-nya suasana pasar khas Minangkabau. Kaum bundo kanduang (uni-uni) berjual-beli dengan loghat khas Minang yang memukau. Warna-warni baju dan dagangannya juga merupakan atraksi tersendiri. Bordir, sulaman, songket sampai berbagai cinderamata khas boleh anda dapati. Termasuk juadah dan oleh2 makanan Minang. Keep your sense of humor and bargain hard if you’re buying!

Puas di Pasa Ateh, sekarang kita susuri JALAN AHMAD YANI…ini ‘main streetnya’ Bukittinggi..Nah, dikanan-kirinya berjajar kedai barangan antik dan toko cinderamata (tak hanya asal Minang..bahkan yang khas Batak dan Aceh di Utara, Riau, Palembang, Lampung…bahkan Kalimantan dan Papua, ada semua disini..So it’s also a miniature of archipelago’s vast and various crafts). Dihubungkan sebuah jalan bertangga toko-toko cinderamata ini makin beragam di jalan Cindurmato dan Jalan Minangkabau.

Agar kita boleh mendapati pemandangan yang indah dari Bukittinggi dan daerah sekitar, sekarang kita susuri Jalan Cindurmato, menanjak ke TAMAN BUNDO KANDUANG yang letaknya dipuncak sebuah bukit. Atraksi disini adalah sebuah Kebun Binatang dan Museum Negeri. Zoo? Okelah..maybe it’s all the same with one near u’r town, But I beg….please visit The Muzeum…it is worth visiting. Museum yang tentu saja bergaya Rumah Gadang ini berisi berbagai pakaian adat dari suku-kaum 3 luak Minangkabau: Agam, Tanahdatar dan Limapuluh Koto. Ternyata…it’s very rich and various costumes after all!!!

Dibawah bukit Bundo Kanduang ini adalah pusatnya penginapan, hotel dan coffee shops. Dan diseberangnya adalah BENTENG FORT DE KOCK. Dibangun penjajah Belanda saat Perang Paderi tahun 1825. Jika anda ingin melihat matahari tenggelam di kala senja termasuk panorama Gunung Marapi di kejauhan, silakan menuju menara pandang di Jalan Tengku Umar. It’s an execellent spot to watch the views. And still..another breathtaking panorama is available on the southwestern edge of Bukittinggi. Ini sesuatu yang agak mendebarkan…dari sebuah kota berbukit-bukit, tiba-tiba disebelah selatan terhampar NGARAI SIANOK. This canyon is part of a tectonic rift valley and has sheer walls and a flat bottoms. Err…aduh…susah ditulis dengan kata-kata nih… pokoknya Spektakuler banget geto loh (Rancak bana…). Pagi-pagi menatap ngarai sianok dengan Gunung Singgalang dikejauhan diselimuti kabut pagi…hmm…Maha besar Allah. Dari Taman Panorama tempat kita melihat Ngarai Sianok, kita boleh melanjutkan ke GUA JEPANG (Jepun), sebuah terowongan buatan Jepang yang dibangun dibawah taman pada masa penjajahan Jepang (tahun 90an). Why would I suggest you to go inside a man-made tunnel ? Well, to make you feel how it was back then…or if you prefer ‘No’, then I won’t insist…Let’s go somewhere else: KOTO GADANG

Ini adalah sebuah kampong pengrajin perak bakar. Jaraknya hanya beberapa km dari Bukittinggi. Ya..kita berjalan melintasi Ngarai Sianok, kira-kira 1 km turun ke ngarai, lalu belok kiri dan lintasi jembatan kecil. Nah, tinggallah kita susuri jalan setapak kampung. Perlu 10 menit berjalan maka kita akan sampai di kampong Koto Gadang. Namanya juga perajin perak…pastilah banyak kerajinan perak dengan bentuk-bentuk khas Minangkabau. Mulai dari anting, miniature rumah gadang, bros. Banyak ragamlah.

Hey…still plenty time left? Jika anda masih ada masa, kita sama-sama yuk ke Kampung PANDAI SIKAT (pandai sikek)…ini pusatnya perajin songket Minang. Jaraknya memang agak diluar Bukittinggi. Nah sampai sini dulu jalan2 kita ke Bukittinggi, yang dulu pernah menjadi Ibukota Negara pada zaman pendudukan Belanda.

 

2 Comments Add yours

  1. dizty says:

    it’s very great description…!
    g sabar pgn bkunjung k bukittinggi…!
    sy mahasiswi,20th…asli sby
    beko lah..kl ado umur & pitih psti pai k bukittggi.
    maaf kl bhs minang sy payah.
    maklum sy mmg bkn org minang.
    tp sy bjnji pd dr sndr..kl ad ksmpatan..sy psti akan k sana. untuk mngenang masa lalu.
    masa lalu brsm org minang.
    orang minang yg sngat sy sayang.
    thanx utk jln2 singkatnya!
    salam..

  2. azlina says:

    boleh tak senaraikan suku-suku yang ada dalam kaum minangkabau bukit tinggi? wujudkah suku kundang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s